Sistem koordinasi
Rabu, 1 April 2020
Sistem Koordinasi
Sistem Koordinasi Pada Manusia
1.) Reaksi terhadap rangsangan melalui reseptor, sistim saraf dan efektor.
Sistem saraf sangat berperan dalam iritabilitas tubuh. Iritabilitas adalah kemampuan menanggapi rangsangan. Untuk menanggapi rangsangan, ada tiga komponen yang harus dimiliki oleh sistem saraf, yaitu:
a. Reseptor, adalah alat penerima rangsangan atau impuls. Pada tubuh kita yang bertindak sebagai reseptor adalah organ indera.
b. Konduktor (Penghantar impuls), dilakukan oleh sistem saraf itu sendiri. Sistem saraf terdiri dari sel-sel saraf yang disebut neuron.
c. Efektor, adalah bagian tubuh yang menanggapi rangsangan.
2.) Alur penghantaran impuls saraf
Penghantaran implus saraf : Mekanisme dan Prinsip - Anda telah mengetahui bahwa rangsang yang diterima sel saraf dapat berasal dari dalam tubuh maupun luar tubuh. Rangsang yang merambat disebut impuls. Perhatikan Gambar . Impuls diterima oleh reseptor kemudian akan dihantarkan oleh dendrit menuju badan sel saraf. Saat impuls sampai pada akson, impuls akan diteruskan ke dendrit neuron lain. Jadi, ada berapa macamkah penghantaran impuls?
Seperti halnya jaringan komputer, sistem saraf mengirimkan sinyal-sinyal listrik yang sangat kecil dan bolak-balik, dengan membawa informasi dari satu bagian tubuh ke bagian tubuh yang lain. Sinyal listrik tersebut dinamakan impuls (rangsangan). Ada dua cara yang dilakukan neuron sensorik untuk menghantarkan impuls tersebut, yakni :
1. Penghataran implus melalui membran sel atau membran plasma (konduksi)
2. Penghataran implus melalui sinapsi (antar sel saraf).
Dalam sel saraf terjadi proses penghantaran impuls secara konduksi. Apabila tidak ada rangsang maka sel saraf disebut dalam keadaan istirahat. Dalam keadaan ini saraf tidak menghantarkan impuls. Membran luar sel saraf bermuatan positif karena kelebihan kation atom Na+. Membran dalam sel saraf bermuatan negatif karena banyak ion K+ yang keluar akson. Keadaan seperti ini disebut polarisasi. Terjadinya kondisi demikian karena peran pompa Na – K dan sifat membran akson yang lebih permeabel terhadap K+ dan kurang permeabel terhadap Na+. Na+ dipompa ke luar. K+ dipompa ke dalam karena sifat membran akson yang permeabel terhadap K, maka K+ dapat keluar lagi.
Jika terjadi rangsang kuat, permeabilitas membran akan berubah. Akibatnya polarisasi membran juga berubah. Polarisasi mengalami pembalikan pada lokasi tertentu yang disebut depolarisasi. Selanjutnya proses pembalikan polarisasi diulang hingga menyebabkan rantai reaksi. Dengan demikian, impuls berjalan sepanjang akson. Setelah impuls berlalu, membran neuron memulihkan keadaannya seperti semula. Selama masa pemulihan ini, impuls tidak bisa melewati neuron tersebut. Waktu ini disebut waktu refraktori
3.) Bagian" tubuh yg dipengaruhi saraf simpatik dan parasimpatik serta fungsinya.
A.)Saraf Simpatik
Bagian dari saraf simpatik berpangkal di sumsum tulang belakang (medula spinalis) di bagian toraks dan lumbar. Ganglion saraf simpatik terletak di sepanjang tulang belakang yang menempel pada sumsum tulang belakang. Ganglion atau ganglia adalah kelompok sel saraf yang berlokasi di dalam sistem saraf otonomik. Ganglia adalah tempat bagi syaraf afferent. Terdapat 25 pasangan ganglion (simpul syaraf) pada sistem syaraf simpatik. Saraf Simpatik memiliki tindakan yang berlawanan dengan tindakan syaraf para simpatik
Terdapat dua jenis neuron yang terlibat dalam mentransmisikan sinyal yang dikirim oleh saraf simpatik, yaitu pre-ganglionik dan post ganglionik. Neuron preganglionik bermula dari daerah thoracolumbar tulang belakang dan melintasi ganglion. Pada sinapsis ganglia, asetilkolin dilepaskan oleh neuron preganglionik. Asetilkolin adalah neurotransmiter yang mengaktivasi reseptor nicotinik asetilkolin yang terdapat pada neuron postganglionik.
Sebagai respon dari stimulus post-ganglionik, akan dilepaskan norepinephrine yang akan mengativasikan reseptor adrenergik pada jaringan target peripheral. Aktivasi dari jaringan reseptor inilah yang berasosiasi dengan sistem simpatik.
Akson pada syaraf simpatik meninggalkan sumsum tulang belang melalui akar anterior dan memasuki rami anterior syaraf tulang belakang. Untuk mencapai organ dan kelenjar yang ditargetkan, akson harus menempuh perjalanan jauh. Untuk melakukannya akson akan menyampaikan pesan ke sel lainnya melalui transmisi sinaptik. Sel pertama yang disebut sebagai selprasinaptik mengirimkan neurotransmitter pada celah sinaps yang akan mengaktifkan sel kedua atau sel postsinaptik dan membawa pesan ke tujuan akhir.
Secara umum kinerja dari syaraf simpatik adalah mendorong atau memacu kinerja organ-organ tubuh, meski terdapat juga sejumlah aktifitas yang bertujuan untuk menghambat aktifitas pada organ yang dilakukannya. Syaraf simpatik memiliki sejumlah fungsi yang sangat penting bagi tubuh kita misalnya dalam memompa jantung dan merangsang sekresi glukosa dalam hati (liver).
Sistem syaraf simpatis memungkinkan tubuh agar dapat menyesuaikan diri dalam situasi stres,sebab dapat memacu kineja jantung dan membangkitkan rasa takut, marah, atau bersemangat. Sehingga mekanisme yang dilakukan oleh syaraf simpatik disebut dengan mekanisme flight-or-fight (lari atau lawan).
Adapun fungsi dan aktivitas dari syaraf simpatik antara lain:
Sama seperti pada sistem saraf simpatik, sinyal syaraf parasimpatik juga ditransmisikan dari sistem syaraf pusat ke organ tujuan melalui sistem dua neuron yaitu lewat neuron pregangloinik dan postganglionik. Akson pada sel syaraf preganglion parasimpatik biasanya sangat panjang, bermula dari sistem syaraf cranial ke ganglion, sangat dekat dengan organ target yang dibantunya. Hal ini menyebabkan neuron postganglion parasimpatik menjadi sangat pendek.
Serabut saraf preganglionik pada syaraf parasimpatik juga memproduksi asetilkolin, produsi asetilkolin ini yang membuat sifat sel saraf preganglionik disebut koligernik. Terdapat perbedaan pada rilisan neurotransmitter dari syaraf postganglionik. Pada sistem saraf parasimpatik, neron postganglioniknya memiliki sifat koligernik berbeda pada sistem simpatik yang postganglionnya bersifat adregenik karena melepaskan adrenaline atau norepinephrine.
Saraf para simpatik memiliki dua reseptor, yaitu reseptor muskarinik dan reseptor nikotik.Reseptor muskarinik terdapat pada neuron postganglion. Reseptor muskarinik di aktivasi oleh neotransmitter asetikolin. Reseptor nikotinik adalah reseptor yang berada di ujung myoneral dan ganglio syaraf otonom. Reseptor ini juga distimulasi oleh asetikolin.
Mekanisme yang dilakukan oleh syaraf para simpatik sering di asosiasikan dengan istilah rest-and-digest.Hal ini disebabkan karena aktifitas syaraf para simpatik cenderung berhubungan dengan pengaturan organ tubuh saat dalam posisi istirahat dan membantu dalam mengendalikan proses pencernaan dan ekskresi.
Fungsi dan aktivitas saraf simpatik meliputi:
Ketika saraf simpatetik bertindak melebihi batas maka akan terjadi sejumlah kondisi yang membahayakan. Salah satunya adalah gagal jantung. Pada kondisi gagal jantung saraf simpatik meningkat aktivitasnya dan menyebabkan penungkatan tekanan kontraksi otot. Kelainan lainnya adalah Symphaticotonia yang merupakan kondisi yang distimulasi oleh saraf simpatik yang menyebabkan gejalla berupa kejang di pembuluh darah dan tekanan darah tinggi.
Masalah medis yang mungkin terjadi akibat gangguan saraf parasimpatik diantaranya adalah disfungsi ereksi, disfungsi pada kinerja pencernaan seperti kerusakan pada organ lambung dan usus, migrain akibat pelebaran pembuluh darah, sindrom Holmes Adie yaitu penyakit yang timbul akibat kerusakan pada sel saraf postganglionik di saraf parasimpatik
NAMA : AL FIKRI MUHAMMAD HATTA PERKASA
KELAS : XI MIPA 3
Bagian dari saraf simpatik berpangkal di sumsum tulang belakang (medula spinalis) di bagian toraks dan lumbar. Ganglion saraf simpatik terletak di sepanjang tulang belakang yang menempel pada sumsum tulang belakang. Ganglion atau ganglia adalah kelompok sel saraf yang berlokasi di dalam sistem saraf otonomik. Ganglia adalah tempat bagi syaraf afferent. Terdapat 25 pasangan ganglion (simpul syaraf) pada sistem syaraf simpatik. Saraf Simpatik memiliki tindakan yang berlawanan dengan tindakan syaraf para simpatik
Terdapat dua jenis neuron yang terlibat dalam mentransmisikan sinyal yang dikirim oleh saraf simpatik, yaitu pre-ganglionik dan post ganglionik. Neuron preganglionik bermula dari daerah thoracolumbar tulang belakang dan melintasi ganglion. Pada sinapsis ganglia, asetilkolin dilepaskan oleh neuron preganglionik. Asetilkolin adalah neurotransmiter yang mengaktivasi reseptor nicotinik asetilkolin yang terdapat pada neuron postganglionik.
Secara umum kinerja dari syaraf simpatik adalah mendorong atau memacu kinerja organ-organ tubuh, meski terdapat juga sejumlah aktifitas yang bertujuan untuk menghambat aktifitas pada organ yang dilakukannya. Syaraf simpatik memiliki sejumlah fungsi yang sangat penting bagi tubuh kita misalnya dalam memompa jantung dan merangsang sekresi glukosa dalam hati (liver).
- Mempertahankan dan meningkatkan aliran darah ke otot rangka dan paru-paru.
- Memungkinkan pertukaran oksigen alveolar dengan volume yang lebih besar dengan melebarkan bronkiolus paru-paru.
- Memberikan mekanisme untuk peningkatan aliran darah dengan meningkatkan denyut jantung dan kontraktilitas miosit atau sel jantung
- Mempersempit pembuluh darah
- Melebarkan pupil dan melemaskan lensa mata sehingga memungkinkan lebih banyak cahaya yang dapat masuk ke mata.
- Meningkatkan sekresi adrenalin
- Menghambat mekanisme gerak peristaltik
- Meenghambat kontraksi pada kantung kemih
- Menghambat pembentukan empedu dan menghambat aliran saliva.
- Mengaktivasikan kelenjar keringat
B.) Saraf Parasimpatik
Saraf peristatlik berpangkal pada sumsum lanjutan (medulla oblongata) serta pada sakrum. Syaraf parasimpatis disebut juga sebagai syaraf craniosacral. Susuna syaraf parasimpatik berupa serabut jaringan yang saling berhubungan dengan ganglion. Perbedaan atara syaraf simpatik dan parasimpatik bisa dilihat dari keberadaan ganglionnya. Ganglion syaraf parasimpatik ini terletak diantara organ visceral dan syaraf pusat. Syaraf parasimpatik ini memiliki fungsi dan tindakan yang cenderung berlawanan dengan fungsi syaraf simpatik.Saraf para simpatik memiliki dua reseptor, yaitu reseptor muskarinik dan reseptor nikotik.Reseptor muskarinik terdapat pada neuron postganglion. Reseptor muskarinik di aktivasi oleh neotransmitter asetikolin. Reseptor nikotinik adalah reseptor yang berada di ujung myoneral dan ganglio syaraf otonom. Reseptor ini juga distimulasi oleh asetikolin.
Mekanisme yang dilakukan oleh syaraf para simpatik sering di asosiasikan dengan istilah rest-and-digest.Hal ini disebabkan karena aktifitas syaraf para simpatik cenderung berhubungan dengan pengaturan organ tubuh saat dalam posisi istirahat dan membantu dalam mengendalikan proses pencernaan dan ekskresi.
Fungsi dan aktivitas saraf simpatik meliputi:
- Menghambat percepatan detak jantung dan membatasi percepatan aliran darah ke otot dan rangka dan paru-paru
- Memperkecil bronkus paru-paru ketika kebutuhan tubuh akan oksigen telah berkurang.
- Memperkecil pupil mata untuk menghalau cahaya yang masuk ke mata terlalu banyak
- Memperlebar diameter pembuluh darah dan meningkatkan aliran darah ke saluran pencernaan sehingga mendukung kinerja usus dalam proses mencerna makanan.
- Mempercepat kontraksi pada kantung kemih
- Mempercepat mekanisme gerakan peristaltik
- Mempercepat produksi empedu dan mempercepat sekresi saliva
- Menurunkan produksi adrenalin
- Pada pria, menstimulasi aktivitas kelenjar kelamin
- Mendukung sintesis glikogen
Ketika saraf simpatetik bertindak melebihi batas maka akan terjadi sejumlah kondisi yang membahayakan. Salah satunya adalah gagal jantung. Pada kondisi gagal jantung saraf simpatik meningkat aktivitasnya dan menyebabkan penungkatan tekanan kontraksi otot. Kelainan lainnya adalah Symphaticotonia yang merupakan kondisi yang distimulasi oleh saraf simpatik yang menyebabkan gejalla berupa kejang di pembuluh darah dan tekanan darah tinggi.
Masalah medis yang mungkin terjadi akibat gangguan saraf parasimpatik diantaranya adalah disfungsi ereksi, disfungsi pada kinerja pencernaan seperti kerusakan pada organ lambung dan usus, migrain akibat pelebaran pembuluh darah, sindrom Holmes Adie yaitu penyakit yang timbul akibat kerusakan pada sel saraf postganglionik di saraf parasimpatik
NAMA : AL FIKRI MUHAMMAD HATTA PERKASA
KELAS : XI MIPA 3
Komentar
Posting Komentar